Original Thinking

Pengertian  RIZKI

Jangan mengkonversi pengertian Rizki dengan harta benda, karena harta benda hanyalah bagian kecil dari rizki yang diberikan Allah. Rizki itu sendiri sesungguhnya adalah SOLUSI dan solusi dari sekian banyak kebutuhan di seluruh sektor kehidupan kita tidak akan bisa terpenuhi dengan harta benda saja. Seluruh jalan keluar yang kita dapatkan baik sengaja atau tidak sengaja itulah rizki yang harus kita syukuri. Coba hitung berapa banyak hal-hal tersebut terjadi dalam kehidupan kita. Lalu, kenapa ada juga orang yang ‘menghujat’ Allah karena ‘merasa’ doanya tidak didengar ketika dia minta uang untuk kebutuhan hidupnya dan tak kunjung diberi??? fahmu-s-saqiim… fahmu-s-saqim…. (pemahaman yang salah)

Bagaimana MELIHAT

Dulu, saya sering menceritakan hal konyol yang saya lakukan saat masih kecil. Waktu itu paman saya yang terkenal galak datang ke rumah nenek di mana saya tinggal, kemudian beliau mengajak saya naik becak. Layaknya anak kecil saya pun dengan senang hati mengikuti beliau. Ternyata saya dijak ke ‘Orang Pintar’ guna mengklarifikasi masalah pencurian.

“ini bib (habib) anaknya..” kata paman saya

“Coba katakan apa yang kamu lihat” kata si habib sambil menyuruh saya melihat ke mangkok air.

karena saya takut jadi saya menjawab seadanya sesuai imajinasi saya. “Apa kamu lihat pencurinya ?” tambah si habib “iya” jawab saya

“Bagaimana dia mencuri, beginikah ?” “iya, Begini” jawab saya sambil memperagakan suatu gaya.

Begitulah cerita pendek itu yang sering aku ulangi untuk diceritakan ke orang lain sebagai hiburan.

Suatu saat seorang sahabat terpercaya yang bijak mendengar cerita saya itu tersenyum berbeda.

“Sepurane mas, sampeyan percaya apa tidak terserah” mendengar kalimat ini sebagai tanggapan saja saya sudah kaget.

“Sebenarnya sampeyan waktu itu tidak berbohong, karena sesungguhnya anak kecil yang masih bersih melihat dengan hayalan mereka.”

Saya pun tertegun dengan teguran dan penjelasan beliau, kemudian mulailah saya flashback kisah pembuktian lain dan memang ada. Suatu saat ketika di SD, karena memang saya sering juara kelas, maka kawan sebangku saya sangat percaya dengan omongan saya. Sesaat ketika guru memberikan pertanyaan ulangan harian, sebelum selesai ditulis seluruh pertanyaan dengan hayalanku waktu itu saya bilang ke kawan “Coba buka halaman sekaian baris sekian, itulah jawabannya” dan ternyata benar-benar ditulis oleh kawan itu. Saya pun tertawa atas tingkahnya itu. Tapi lebih terkejut lagi ketika kawan itu bilang “Lho, kok kamu ketawa sih.. ini bener lho, lihat!!” ternyata memang benar!!!. Memang tidak ada bukti ilmiah tentang ini, dan ini hanyalah kenyataan. Bahwa MELIHAT memang tidak harus dengan MATA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: