Face it!! ..Hadapilah!!

Saya masih ingat di tahun 80an saat di pesantren dulu, Anas kecil itu disuruh maju di hadapan kawan-kawan yang sedang diajar oleh Sang Ustadz (yang juga wali kelas dan bapak asuhnya di pesantren) karena satu kesalahan. “ini.. anas ini selalu ngantuk kalau ngaji habis subuh begini, sini saya hukum… satu.. dua.. tiga…dst” begitu 40 ‘tamparan kecil’ mendarat di muka saya waktu itu. Tidak ada kebencian dalam diri sang ustadz dan tidak pula ada sakit hati pada diri saya, malu..iya… karena sadar akan kesalahan itu dan apapun hukuman bolehlah didapat bagi yang melakukan kesalahan.
Jika mengacu pada mainstream metode pendidikan saat ini dan apalagi jika tersebar di youtube, hal itu akan menjadi heboh dan bisa dimeja hijaukan karena pelanggaran HAM. Tapi saya sendiri dari saat itu hingga detik ini tidak melihat kesalahan sang ustadz dalam kejadian ini.. dan bahkan mungkin ada hal besar yang saya dapat dari peristiwa itu…. “Face it!!.. hadapilah!!!”
Kesadaran akan resiko dalam hidup membuat kita harus siap menghadapi segala sesuatu, menghadapi hantaman dengan penuh kesiapan diri jauh lebih baik dan bermanfaat daripada melarikan diri atau melakukan kecurangan. Semakin sering kita mampu menghadapi terpaan berat kehidupan, semakin tangguh diri kita.
Benarlah adanya bahwa sampai saat ini sudah ratusan bahkan mungkin ribuan ‘tamparan’ besar dan kecil dalam kehidupan saya harus saya hadapi, tidak dengan lari atau menghindar walaupun kadang hal itu menjadi salah satu cara menghadapi ‘tamparan’ itu.
Tidak mengerjakan atau Lalai dalam bertugas, dihina, difitnah, disakiti, diremehkan, dimarahin, ditinggalkan, dikhianati, ditipu, kecelakaan, didatangi debt collector, didzalimi, dipecat sepihak dll.. dll.. adalah tamparan-tamparan kehidupan yang harus kita hadapi.
Untuk itulah, sejak dini jangan ajari anak-anak kita lari dari kenyataan bahkan ajarkan mereka menghadapi kenyataan itu.
○ jika mereka menumpahkan makan dan minuman, memecahkan piring, mengotori tembok dan buku, merusakkan barang dll. maka ajarkan pada mereka cara membersihkan atau memperbaikinya kemudian nasehati agar berhati-hati.
– jika mereka melakukan kesalahan baik besar ataupun kecil ajarkan pada mereka untuk meminta maaf dan berterus terang kemudian siap menerima hukuman.
dll.
Kita butuh generasi yang militan, tangguh dan bertanggung jawab. Bukan hanya generasi pemimpi yang bisanya cuman bersenang-senang menikmati hidup dengan segala cara bahkan dengan cara yang hina sekalipun.
Kekayaan, kehormatan, Gengsi, Status Sosial dan Gaya hidup bukanlah tujuan utama hidup yang boleh mengorbankan hal-hal lain. Rezeki Allah yang berupa “hati lapang” pada hamba-hambaNya yang tangguh adalah rezeki yang tak terlukiskan hebatnya, dengan rezeki itulah kita bisa melihat indahnya kehidupan dalam keadaan apapun tanpa ‘sedih dan takut’ (‘ لاَ خَوفٌ عَلَيهِم وَلاَهُم يَحْزَنُونَ ‘ laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanun).
Hal ini juga yang membuat putri George W Bush, Laura Bush, memeluk Islam.. yaitu ketika masuk ke dalam rumah sebuah keluarga di palestina (mungkin di tempat kita lebih cocok disebut gudang) dan disambut seorang Ibu rumah tangga yang di dalam rumahnya hanya ada satu batu tempat meletakkan piring dan gelas plastik untuk berbuka puasa bersama 10 anaknya kemudian menawarkan ‘dengan paksa’ laura untuk ikut berbuka karena dia dianggap tamu sedangkan di dalam ajaran Islam menghormati tamu adalah wajib. Laura sempat marah dengan kitab dan ajaran-ajaran Islam melihat keadaan si Ibu dan keluarganya seperti ini tapi masih harus berpuasa, hingga dia bertanya “kenapa anda berpuasa?” si ibu menjawab “Saya berpuasa untuk merasakan bagaimana orang miskin menderita” Sontak Laura yang aktivis kemanusiaan itu terperangah dengan jawaban si ibu, bagaimana mungkin manusia-manusia yang sangat sederhana ini melakukan sesuatu untuk merasakan penderitaan orang lain??? seketika dia merasa tidak pernah melakukan apa-apa walaupun bertahun-tahun telah menjadi aktivis kemanusiaan karena dia masih sering bersenang-sengan padahal mengetahui banyak manusia lain di dunia ini yang sangat menderita… akhirnya dia berkata “Jika benar beginilah Islam,…. aku mau menjadi seorang muslimah!” … Subhanallah, seketika itu hidayah masuk ke dalam hati Laura Bush.
Begitulah keadaan penduduk palestina yang tiada henti dihantam penderitaan itu menjadi manusia-manusia yang tangguh, mereka terlalu banyak melihat kenyataan orang lain yang jauh lebih menderita sehingga penderitaan mereka bukanlah apa-apa…
Semoga kita mendapatkan Hidayah Allah dan bisa menjadi manusia-manusia yang tangguh dan militan. Amin….

sumber: https://www.facebook.com/m.anas.fauzi/posts/10204088159378281?comment_id=10204088541187826&offset=0&total_comments=4&notif_t=feed_comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: