Iman dan Imun

Hampir semua dari kita mengetahui kata Imun/Imunitas/Imunisasi, apalagi praktisi kesehatan.
Kata imun berasal dari bahasa Latin ‘immunitas’ yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Di dalam ilmu kedokteran berarti kebal terhadap suatu penyakit (KKBI).
penyakit /pe·nya·kit/ n 1 sesuatu yg menyebabkan terjadinya gangguan pd makhluk hidup (KKBI).
Berarti secara Etimologis, Imun berarti Kekebalan akan sesuatu yg menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup.

Allah Yang Maha Adil itu tidak akan menciptakan sesuatu dengan kecurangan, by default makhluk akan terlahir normal seimbang dengan segala pirantinya namun seandainya ada piranti yang berkurang maka ada piranti lain yang mempunyai kelebihan jadi akan tetap adil dan seimbang.
Dalam perjalanannya piranti-piranti itu sering kali dipergunakan tidak sesuai peruntukannya dan karena kesalahan-kesalahan tersebut maka terjadilah sesuatu yang mengganggu keseimbangan dan mulailah terjadilah gangguan itu.

Hal yang paling logis dilakukan jika terjadi gangguan adalah mengembalikan lagi segala-sesuatu pada posisi dan peruntukannya kemudian mulai menghilangkan ekses-eksesnya.

Dalam bahasa agama, penggunaan tidak sesuai peruntukannya adalah DOSA/kesalahan sedangkan mengembalikan sesuatu kepada peruntukannya (sesuai dengan ketentuan Sang Pencipta) itu dinamakan TAUBAT atau dalam bahasa umumnya kembali kepada-Nya, sedangkan menghilangkan ekses itu dalam bahasa agamanya adalah ISTIGHFAR atau mohon ampun berarti pula mohon perbaikan.
Jadi, itulah cara yang paling logis menghadapi segala gangguan pada makhluk hidup. Baik berupa kesusahan hidup ataupun penyakit, sedangkan obat secara Sunnatullah adalah additional, add ons dan booster saja. Jadi jangan heran kalau orang hanya mengandalkan obat dan dokter maka akan “habis” lah dia….

Dan sekarang kalau kita bahas yang lebih prinsip lagi, kenapa terjadi penggunaan piranti kehidupan diluar peruntukannya?? Karena si pengguna ‘berani’ menentang ketentuan pencipta akan ciptaan tersebut, kalau si pengguna tunduk patuh pada ketentuan maka tidak akan terjadi penyelewengan tersebut dan tidak terjadi pula gangguan.
Sekarang kita kembalikan pada Agama, di agama kita kenal yang namanya IMAN yaitu keyakinan kepad Allah Azza Wa Jalla Sang Pencipta Segala. Prinsip dasar keimanan adalah:
“Jika anda takut kepada Sang Pencipta maka seluruh ciptaan-Nya juga akan takut kepada anda dan jika anda berani kepada sang pencipta maka seluruh ciptaan-Nya akan berani kepada anda” jadi manifestasi Iman adalah Taqwa (takut kepada Sang Pencipta).

Maka dengan demikian Iman adalah Imun dalam kehidupan, siapa yang kehilangan iman dia akan kehilangan imun.

Tapi kenapa banyak juga orang Alim dan Ahli Agama terjerumus dalam dosa?
Ya karena orang Ahli Agama atau Alim (bhs. Arab berarti banyak ilmu) mereka hanya tahu segala hal ini tapi tidak ada manifestasinya, bahasa kasarnya adalah tahu Iman tapi belum ber-Iman. Kalau mereka sudah beriman maka Taqwa akan jadi pakaiannya dan jika Taqwa adalah sudah menjadi pakaiannya maka sungguh dia adalah pelindung terbaik dari segala perbuatan dosa. Begitulah ketentuan dalam al-Quran:
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Artinya:
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S 7:26).

Salah satu Qaul mengatakan bahwa “IMAN itu telanjang, pakaiannya adalah TAQWA”.

Jadi sekarang kita tahu beberapa hal:
○ Kenapa dalam setiap khutbah jum’at kita diserukan untuk bertaqwa dan bukan hanya beriman.
○ Dari mana Sumber penyakit dan segala masalah hidup.
○ Bagaimana mengatasi segala masalah hidup dan kesehatan dalam kehidupan ini.
○ Kenapa Doa menjadi senjata andalan bagi Ummat Islam.
○ Mengapa kita HARUS BERAGAMA, dan mengapa KETUHANAN YANG MAHA ESA dijadikan Sila Pertama oleh Pendiri Bangsa Ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: