Memahami Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ‘Alaihissalam

Pertanyaan:
Salah satu mukzizat Nabi Muhammad Saw adalah Isro dan Mi’roj. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan modern saat ini, timbullah penafsiran yg aqli dalam mentakwilkan perjalanan Beliau tersebut.
Dgn alasan belum adanya penjelasan yg lebih kompeten dan memadai dari para guru2 terdahulu dalam memahami hal tersebut, atau terlalu bertumpunya pada anggapan ‘kun fayakun”, sehingga perlu penapsiran dan pembahasan yg ilmiah dalam pemahamannya.
Disinilah pertanyaan Saya timbul: Haruskah mukzizat di aqli kan dgn mengutip ayat2 “apakah kamu tak berfikir” dsb, demi lebih memahami tanda2 kebesaran-Nya?…syukron

Jawaban:
Sementara orang meragukan hal ini (isra’ mi’raj) sejak dulu sampai sekarang, apakah ini masuk akal??
sudah sekian banyak uraian yang dilakukan dengan berbagai pendekatan agar hal ini dapat dipahami, diantaranya pendekatan ilmiah. Akan tetapi semua dasar-dasar yang digunakan oleh imuwan dalam konteks isra’ mi’raj tidak dapat ditemukan, karena dasar-dasar yang digunakan dalam ilmu pengetahuan adalah: 1.) Trial and Error, coba-coba sedangkan isra’ mi’raj tidak dapat dicoba-coba; dan 2.)Pengamatan, Isra’ Mi’raj pun tidak dapat diamati karena dia terjadi hanya sekali saja.
Dengan demikian semua penelitian atas dasar ilmu pengetahuan tetang Isra’ mi’raj menjadikannya tidak Ilmiah.
Jika demikian, maka pendekatan yang paling tepat adalah pendekatan IMANI yaitu pendekatan al-Qur’an. kerena setiap objek mempunyai cara pendekatannya sendiri-sendiri agar tidak salah.
Surat-surat dalam al-Qur’an disusun sedemikian rupa sehingga setiap surat mempunyai keterkaitan, surat sebelumnya menjadi muqaddimah surat setelahnya. sebagaimana surat Al-Fatihah adalah muqaddimah dari surat al-Baqarah. Nah, sebelum surat al-Isra’ adalah surat An-Nahli = lebah, Mari kita perhatikan keterkaitan antara dua surat ini satu persatu:
■PERTAMA, Lebah adalah satu makhluk yang sangat unik luar biasa dan maha Istimewa dan ajaib: makanannya bersih, hasilnya bersih, tidak mengganggu kalau tidak diganggu, kalau diganggu dia menyengat dan sengatannya obat, aneh: ada masyarakatya hingga 80rb, rumahnya segi 6, semua effisien, semua bersih, punya bahasa yaitu tarian.
Ciptaan Istimewa dalam surat an-Nahl disusul dengan satu perbuatan yang Istimewa yang terdapat dalam surat Al-Isra’.
■KEDUA, surat An-Nahl diawali dengan ayat: أَتَىٰ أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ (Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. ); perhatikan kejanggalan dalam kalimat pada ayat ini: TELAH DATANG (hari kiatamat) -tapi- janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Bagaimana mungkin kita meminta sesuatu yang telah datang untuk tidak disegerakan????? berikut yang harus kita perhatikan dalam ayat ini 1.) di sini membuktikan bahwa segala sesuatu membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai sasaran. Ketika kita melempar batu dia butuh waktu untuk sampai pada targetnya, begitu pula ketika kita meneriakkan sesuatu, juga butuh waktu sehingga kita bisa mendengarkan teriakan itu. tapi suara lebih cepat daripada benda yang dilempar, tapi ada yang lebih cepat lagi dari suara, yaitu cahaya.. jika terus diurut, maka akan ada sesuatu yang tidak membutuhkan waktu!! Siapa yang tidak memerlukan waktu??? PASTI ALLAH, Oleh karena itu dalam Ayat ini Allah memberikan Isyarat pada makhluknya. Bagi Allah Hari Kiamat telah datang (dicipta) tapi bagi makhluknya belum sampai!!.. Jadi, janganlah mengukur Isra’ mi’raj dengan ukuran Makhluk, karena Allah lah yang Meng Isra’ kan Nabi Muhammad!. 2.) فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ (maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. ) Penciptaan Allah akan segala sesuatu tidak pernah berhenti dan sangat banyak yang kita tidak mengetahuinya, buktinya banyak penyakit yang dahulu orang tidak kenal sekarang dikenal seperti HIV/AIDS, Flu Burung dll. Kalau kita berani memastikan masa/umur segala sesuatu, maka sama saja anda mengukur kemampuan Allah dengan kemampuan Anda yang terbatas padahal Allah selalu menciptakan banyak hal di luar kemampuan dan pengetahuan anda yang dapat mempengaruhi masa segala sesuatu. PAHAMILAH HAL INI.

Paling tidak Dua hal ini lah yang harus kita pahami dulu dari surat An-Nahl sebagai muqaddimah surat al-Isra’ yang menjelaskan mengenai Isra’ Mi’raj. Dan InsyaAllah dengan penjelasan ini kita sudah mulai tahu bagaimana cara memahami Isra’ Mi’raj.

Apa lagi sebagai kunciannya di dalam surah An-Nahl 74 Allah berfirman:
فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

disempurnakan lagi kunciannya denga ayat 85 surat al Isra’:
وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Wallahu A’lam wa hadaanallah wa iyyakum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: