.:: Metode untuk selalu mendapat Jaminan, Lindungan dan Petunjuk Allah ::.

– Dirosah Qur’an Surah Al Maidah (Q.S. 5:11-12) –

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
■ Indonesian
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal. [5:11]

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنتُم بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
■ Indonesian
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. [5:12]

Hikmah Ayat:
■ Allah melindungi orang yang beriman bahkan sebelum seseorang sempat mencelakainya ( إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ = di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. )
■ Hal tersebut didapatkan karena mereka bertaqwa dan bertawakkal kepada Allah.
■ ayat 12 adalah Janji Allah untuk 12 pemimpin bani Israil yang diangkat Allah untuk mengamati dan menjaga kaumnya -para ulama juga berpendapat bahwa ini berlaku juga untuk kita- berikut perjanjian itu:
■ Sesungguhnya Aku beserta kamu ( إِنِّي مَعَكُمْ ), di sini kalimat ( مَعَ ) diartikan bersama padahal sesungguhnya lebih dari itu. ( مَعَ ) tidak hanya bersama tapi juga menjaga, melindungi dan merawat. Berarti pula siapa yang ‘bersama’ Allah, maka kehidupannya akan terjamin.
■ Jaminan itu akan didapatkan dengan syarat-syarat: “sesungguhnya jika kamu (1).mendirikan shalat dan (2). menunaikan zakat serta (3). beriman kepada rasul-rasul-Ku dan (4) kamu bantu mereka dan (5).kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu”
■ 1.) kalimat أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ / أَقَمْ yang sering diartikan mendirikan shalat adalah berbeda dengan mengerjakan shalat, karena banyak dari kita yang ‘hanya mengerjakan’ kemudian terasa tidak efektif akhirnya jatuhlah kepercayaan akan efektifitasnya. Bagaikan minum obat tapi tidak membaca tatacara dan aturan minumnya. أَقَمْ berarti melaksanakan dengan sempurna mulai dari syarat, rukun, sunnah, khusyuk dan konsistensinya.
■ 2.) Kalimat آتَيْتُمُ الزَّكَاةَ sering kali diartikan mengeluarkan zakat, padahal kata آتَيْ bukan hanya berarti mengeluarkan tapi: menyampaikan dengan segera, mengantarkan, mencari dan memberikan. Jadi, jika banyak orang berada mengeluarkan zakat dengan mengumpulkan para mustahiq (yg berhak menerima zakat) untuk mengambil haknya di rumahnya, sebenarnya dia belum memahami hal ini dan amalnya itu jauh dari sempurna. Maka, jika hal ini dianggap sulit karenanya ada orang atau kelompok ‘penyampai/pendistribusi’ zakat yang dinamakan AMIL dan mereka juga menjadi MUSTAHIQ atas usahanya mencari dan mengantarkan zakat kepada yang berhak, bukan hanya duduk di kantor/masjid mereka.
■ 3.) Beriman kepada Rasul-rasul Allah mungkin hal yang mutlak bagi serorang muslim karena termasuk rukun Iman, tapi bagi Bani Israil hal ini adalah berat karena mereka banyak tidak mempercayai Rasul-rasul Allah bahkan menganiaya dan membunuh para Rasul itu. Karena Sifat mereka yang selalu melewati batas ini lah ada ayat yang mengatakan, bahwa mereka selalu akan mendapatkan gangguan hingga hari kiamat balasan atas perilaku buruk mereka.
■ 4.) Tidak hanya mempercayai Rasul Allah tapi juga membantu yang berarti sangat luas, mulai dari menjaga, mempelajari, mengamalkan, menyeru dll. Ini juga tugas kita sebagai seorang Muslim dan mukmin.
■ 5.) Meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. Allah memang tidak memerlukan apapun dari makhluknya, kalimat ini sehrusnya dipahami bahwa Allah sebagai penjamin dari harta benda dan apapun yang terbaik yang kita punyai dan kita keluarkan di jalannya untuk hal-hal kebaikan. Jika Allah SWT Sendirilah yang menjadi Penjaminnya, masihkan kita ragu dan tidak percaya untuk ‘meminjamkan’ yang kita miliki itu?? Untuk hal ini ada tambahan reward yaitu “Aku akan menutupi dosa-dosamu” yang berarti pula pemutihan/penghapusan dosa.

Inilah perjanjian itu, Janji Allah yang diabadikan di Kitabnya yang suci. Masih kah kita tidak mempercayainya??? Semoga kita dapat melaksanakannya dengan sempurna, amin.

Hadaanallahu wa iyyakum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: