Agama dan Kesadaran Diri

Kesadaran adalah inti dari Agama, semua yang diajarkan dalam agama bertujuan agar pemeluknya sadar akan siapa sebenarnya dia. Bahkan untuk memeluk satu agama pun, sadar menjadi syarat utama. Tidak boleh ada pemaksaan dalam memeluk suatu agama

قال تعالى : {لا إكراه في الدين قد تبين الرشد من الغي} البقرة :7

begitulah yang diajarkan dalam kitab suci. Sungguh merupakan Pancaran Ilahi yang Maha Pengasih, bahwa memang tidak seharusnya ada kekerasan di dalam agama. Yang bisa kita lakukan dalam da’wah adalah mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk sadar akan segala kebaikan, itulah Agama.

Tiang agama sendiri pun -Shalat- bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang sadar, bahkan orang yang tidak sadar DILARANG shalat

يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ ” النساء: 43“

dalam kasus ayat tersebut, orang yang mabuk tidak boleh mendekati Shalat sampai sadar apa yang diucapkan. Begitu pentingnya kesadaran ini dalam beragama hingga dia menjadi hal yang paling utama.

Lihat bagaimana al-Qur’an menyuruh kita  untuk memohon pertolongan dengan Sabar dan Shalat

قال تعالى: [واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين] (البقرة 45) .

Lihat, mengapa sabar berada di depan shalat? bukankah shalatlah tiang agama? Ya, karena sabar adalah HASIL dari proses kesadaran diri dan bukan sifat seperti yang kita pahami. Sabar, akan serta merta muncul ketika kita sadar akan kebaikan segala hal. Dan sesungguhnya jika seseorang kehilangan kesabaran, pasti dikarenakan dia tidak mengetahui kebaikan yang akan terjadi di belakang kejadian yang dialaminya. Demikianlah, ketika orang sudah sabar kemudian dia mendirikan shalat, maka shalatnya akan sangat Berkualitas karena didukung oleh kesadaran sebelumnya dan kesadaran akan kebaikan shalat yang sedang dilakukannya itu sendiri.

Anda, yang merasa bingung apa itu SHALAT KHUSYU’ itu? kembali KESADARAN menjadi kunci jawabannya. Jika sejak Takbiratul Ihrom hingga Salam, anda lakukan dengan penuh kesadaran yang samasekali tidak diselingi pikiran lain selain kesadaran bahwa anda sedang berkomunikasi dengan Yang Maha Esa… itulah shalat khusyu’ anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: