KEFIR, Warisan Islam yang Dirampok (bag. 2)

Kehebatan kefir dalam mengatasi bebagai penyakit menjadikannya nutrisi yang wajib ada di rumah sakit -rumah sakit rusia saat itu. Dan Bahkan warisan Rasulullah untuk kaum muslim kaukasus ini mempunyai sejarah yang dramatis, sampai kemudian masyarakat USSR sangat berterima kasih atas pengembangan kefir.
Berikut sejarah itu (dalam bahasa Inggris, kemudian diterjemahkan oleh mbah gogel dengan sedikit koreksi):

Kefir has been accredited with healing powers since the early eighteenth century. Kefir grains were considered a gift from Allah [God] among the Moslem tribes-people of the Caucasus Mountains and the grains were passed down from one generation to to the next. The folks of this particular region considered kefir grains a source of family and tribal wealth, and the process for making kefir was a closely guarded secret to the extend of protecting the art and the natural mother-culture [kefir grains], with their very lives.

In the early 1900s, the All-Russian Physicians’ Society contacted two Blandovs brothers, who owned a cheese factory in the northern Caucasus Mountains. The society asked the two brothers for their help to obtain the kefir culture. The brothers decided to take on the challenge, and planned to use one of their employees, a beautiful young woman named Irina Sakharova, to coax a Caucasian prince, Bek-Mirza Barchorov into giving her some kefir grains. Irina indeed dazzled the prince with her beauty, but the prince refused to give her any of his precious probiotic-jewels, possibly due to strong religious beliefs.

However, the beauty-dazzled prince wasn’t willing to giving up Irina, so he instructed some of his men to kidnap her as she returned home. Against her will, the men brought Irina back to the prince’s courtyard, where the prince, hoping to win her love, proposed her hand in marriage, however, Irina understandably refused. The Blandovs brothers eventually rescued Irina from the clutches of the prince. Then, backed by the two brothers, Irina brought her case against the prince to the Czar’s court. The prince offered Irina gold and jewels as reparation for the crimes done against her, but she refused his offer. Instead, as a settlement of her suit against Prince Bek-Mirza Barchorov, Irina demanded, and received, probiotic jewels [kefir grains] instead. In late 1908, Irina Sakharova brought the first amounts of kefir to Moscow, where it was used medicinally in lung sanatoriums as part-treatment for tuberculosis with good success.

At the age of 85, in 1973 Irina received a letter from the Minister of the Food Industry of the former USSR, expressing grateful acknowledgement for her primary role in bringing kefir to the Russian people of the former USSR.
——————————–terjemahannya: ———————————————

Kefir telah terakreditasi dengan kekuatan penyembuhan sejak awal abad kedelapan belas. Butiran kefir dianggap hadiah dari Allah [Allah] untuk suku/penduduk Muslim di Pegunungan Kaukasus dan bibit tersebut diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Suku-suku tersebut menganggap butiran kefir sebagai warisan keluarga dan sumber kekayaan, dan proses pembuatan kefir adalah rahasia yang dijaga ketat sebagai usaha melindungi seni dan budaya indukan bibit kefir [kefir grain], dengan segenap jiwa raga mereka.

Pada awal 1900-an, Komunitas Dokter Seluruh Rusia menghubungi dua bersaudara Blandovs , yang memiliki sebuah pabrik keju di Pegunungan Kaukasus utara. Komunitas meminta kedua saudara itu untuk membantu mereka mendapatkan warisan budaya kefir. Kedua ber-saudara itu memutuskan untuk mengambil tantangan, dan berencana untuk menggunakan salah satu karyawan mereka, seorang wanita muda cantik bernama Irina Sakharova, untuk membujuk seorang pangeran Kaukasia, Bek-Mirza Barchorov agar memberinya beberapa butir kefir. Irina memang mempesona sang pangeran dengan kecantikannya, tapi sang pangeran menolak untuk memberinya salah satu dari probiotik-permatanya yang berharga, mungkin karena imannya yang kuat.

Namun, kasmaran sang pangeran dengan kecantikan Irina tak berhenti sampai di situ, sehingga ia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menculik Irina dalam perjalanan pulan. Dengan paksaan, para prajurit membawa kembali Irina ke hadapan sang pangeran, di mana sang pangeran, berharap untuk mendapatkan cintanya, dia melamar irina, bagaimanapun, Irina menolaknya dengan halus. Dua bersaudara Blandovs akhirnya menyelamatkan Irina dari cengkeraman sang pangeran. Kemudian, didukung oleh dua bersaudara, Irina membawa kasusnya melawan pangeran ke pengadilan tsar. Pangeran menawari Irina emas dan permata sebagai ganti atas kejahatan yang dilakukan terhadap dia, tapi dia menolak tawarannya. Sebaliknya, sebagai penyelesaian gugatan melawan Pangeran Bek-Mirza Barchorov, Irina menuntut, dan menerima, “probiotik-permata” [bitit-kefir] sebagai gantinya. Pada tahun 1908-an, Irina Sakharova membawa beberapa bibit pertama dari kefir ke Moskow, di mana bibit tersebut digunakan sebagai obat dalam sanatoriums paru-paru sebagai bagian-pengobatan untuk TB dengan hasil memuaskan.

Pada usia 85, pada tahun 1973 Irina menerima surat dari Menteri Industri Pangan Uni Soviet (dulu), Penghargaan dan ungkapan terima kasih setinggi-tingginya atas peran utama dalam membawa kefir bagi rakyat Rusia bekas Uni Soviet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: