SUDAHKAH ANDA (mengajak batin anda) SHALAT?

“SUDAHKAH ANDA SHALAT?”

versi tersiratnya adalah:
“SUDAHKAH ANDA (mengajak batin anda) SHALAT?

Shalat adalah ibadah lahir batin, Ketika Rasulullah bersabda ‘Shallu kama Ra’aitumuuni ushalli” (shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat)
maka, yang perlu dicermati adalah kata “melihatku” karena melihat bisa hanya dengan mata telanjang, ada pula dengan mata lain yang lebih dalam.

Selama ini orang banyak berkutat pada perbedaan gerakan-gerakan dan bacaan shalat, karena memang itulah yang paling banyak orang bisa ‘melihatnya’: gerakan dan bacaan. Yang kemudian bahasan mereka ‘melompat’ kepada “Shalat Khusyu’ “, walhasil adalah perdebatan-perdebatan sengit baik yang ilmiah, fiksi bahkan mistis dan ada pula yang mengatakan bahwa itu hanyalah “Mitos”.

Memang sebenarnya hal itu tidak untuk diperdebatkan, jangan berdebat masalah mobil mana yang lebih cepat sedan, minibus, city car atau apa lah… karena semuanya berpeluang bisa lebih cepat, semua tergantung technology engine-nya. jika sudah tahu enginenya, mau diletakkan di mobil manapun.. dia akan cepat dan unggul.

Batin adalah engine-nya, jika anda lupa bahwa shalat adalah lahir batin dan anda hanya mengerjakan shalat secara lahir saja. Maka, tak ubahnya naik gerobak dengan body ferrari!!! tetep saja harus ditarik oleh lembu atau kuda!! hehehe… padahal dalam analoginya, Nafsu ini diibaratkan kuda dan andalah pengendalinya. Jika “Gerobak” anda masih harus ditarik kuda, bukankah artinya shalat anda masih harus diinterfensi nafsu??? ironisnya.. kemudian kita ikutan berdebat masalah shalat khusyu’ yang bisa menghindarkan dari keji dan mungkar itu.

Coba kita ingat, berapa kali kita shalat lahir batin?? shalat yang menghadapkan jasad lahiriyah dan semua unsur batiniyah kita kepada Yang Maha Suci, Yang Maha Esa…

Secara kasar mungkin saya mendeskripsikan Unsur batiniah adalah akal-pikir dan hati serta meningkat ke Rohani. Jadi, jika kita shalat dan takut kehilangan sandal, ketinggalan sinetron, memikirkan project dll.. berarti shalat kita masih lahiriyah yang ditarik oleh sapi. Oleh karenanya kita harus sadar diri untuk tidak marah-marah: Kenapa belum terhindar dari keji dan mungkar, doa tidak didengar, selalu bernasib jelek, tidak pernah bisa tenang dan bahagia. Ingat, anda mengirim ‘harapan’ anda itu dengan gerobak sapi!!

Mungkin saya bisa bagikan sedikit gambaran “Technology engine” di atas, sebisa saya sebatas pengetahuan yang dangkal ini. ada beberapa langkah untuk mendapatkan engine yang ‘sempurna’:
1. Tenangkan diri, pilih posisi, waktu, suasana yang pas sebelum shalat dan tunggu hingga tenang.
2. Atur nafas, sebenarnya kata ‘atur’ mungkin tidak terlalu pas, karena nafas akan teratur dengan sendirinya jika kita tenang: ringan dan panjang.
3. Ingat Kejadian diri, berikutnya kita akan sadar akan kodrat kita sebagai manusia, hamba dst…
4. Pahami Kodrat, setelah kita dapat mengingat kita akan sampai pada kesadaran makna dari kodrat kita sekarang.
5. Ingat Allah, kesadaran itu akan mengantarkan kita pada sang pencipta.
6. Ingat Rasul, Rasulullah sesungguhnya adalah Muhammad dan kita adalah penerusnya sebagai khalifah Allah..
7. Tauhid, kesadaran akan Keesaan adalah puncaknya…

Dalam pemahaman ‘kebudayaan’ lain ada urutan: 1. Eling, 2. Awas, 3. Hening dan 4. Heneng.

Jadi…. “SUDAHKAH ANDA (mengajak batin anda) SHALAT?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: