Filosofi Shalat ala Jawa

Shalat yang 5 waktu itu memang benar syari’at Islam dan merupakan Rukun Islam ke-2 setelah Syahadat.

Kedudukannya sebagai Tiang Agama disyari’atkan dengan ayat ‘Aqimishalat’ (dirikanlah Shalat), perintah shalat diberikan dengan kata ‘dirikan’ bukan ‘kerjakan’ karena mendirikan memerlukan proses dalam mengerjakannya. Baik tiap-tiap shalat yang harus melalui proses pensucian diri (wudlu’), pakaian dan tempat serta waktu tertentu yang harus dikerjakan secara Istiqomah sejak Aqil Baligh (mukallaf) sampai akhir hayat.

Begitu pentingnya Shalat ini, sehingga dengannya kita meminta pertolongan “Wasta’inuu bishabri wa shalat” yang saya maknai ‘Sabar dan Shalat adalah piranti untuk meminta tolong’. Karena Shalat dan Sabar adalah piranti untuk meminta tolong, maka kita harus sadar diri jika pertolongan tidak kunjung datang maka pasti ada yang salah dalam memakai(melaksanakan) Shalat dan sabar tersebut. Sama persis ketika kita memakai peralatan elektronik, mesin cuci misalnya, memang ada garansi bahwa pakaian yang dimasukkan kedalamnya pasti akan bersih tapi harus sesuai aturan pakai dan cara-caranya. Jika kita hanya memasukkan pakaian saja ke dalamnya jangan harap akan bisa bersih jika tidak dimasukkan pula air dan sabun, setelah itu pun harus mencolokkan ke listrik dan menekan beberapa tombol fungsi.

Menurut saya salah besar orang yang ‘hanya’ melaksanakan shalat kemudian pertolongan tak kunjung datang lantas dia menyalahkan shalatnya, apa lagi setelah mendengar ayat “Inna shalata tanha ‘anil fakhsya’i wal munkar” dan lebih-lebih lagi dia menyalahkan segala shalat dan ayat tersebut. Ayat tersebut adalah ‘indikasi’ jalannya shalat kita, jika shalat kita benar maka indikasinya adalah terjauhkan dari perbuatan keji dan munkar. Jadi, yang harus kita lakukan adalah introspeksi diri. Apakah sudah benar shalat kita, kalau benar pasti pertolongan akan datang dan kita terhindar dari kekejian serta kemungkaran.

Lebih jauh lagi…

Bagi budaya jawa, “Produk” dari shalat itu sendiri nilainya sangatlah tinggi. Bahkan kata ISLAM dalam bahasa jawa adalah singkatan dari Isya’, Subuh, Luhur, Ashar dan Maghrib. Dalam penjelasannya, orang yang terlah berIslam dan mengerjakan Shalat dengan baik maka akan terwujud hal berikut (biasanya penjelasan dimulai dari Subuh):

Subuh (nafSu ne wis ruBuh), ini adalah kemenangan pribadi akan ‘perang besar’ melawan hawa nafsu dan sang pribadi telah dapat menaklukkan nafsunya.

Luhur (Budi Luhur), Jika seseorang telah dapat menaklukkan nafsunya makan akan tercermin budi luhur yang tinggi dalam dirinya bisa jadi inilah maksud dari ‘jauh dari sifat keji dan mungkar’ itu.

Ashar (Asor/rendah diri), keluhuran budi seseorang akan menjadikannya lebih rendah diri dan jauh dari sifat sombong. Selalu merunduk walaupun sebenarnya berisi penuh seperti padi yang siap panen.

Maghrib (suruk/tenggelamnya matahari), saat ini lebih-lebih lagi bahkan terkesan sebagai detik-detik terakhir hilangnya segala sinar hingar-bingar dunia…. dan akhirnya..

Isya’ (Iso Syahadat), semua muslim tahu bahwa kenikmatan tertinggi bahkan jauh lebih nikmat dari Surga adalah Syahadat yaitu menyaksikan Allah SWT. ini adalah tingkat kema’rifatan tertinggi yaitu dengan menyaksikan Sang Pencipta Lahir dan Batin..

Demikianlah Budaya jawa memaknai Filosofi shalat, bahkan konon perjalanan setiap manusia di akhir hayatnya juga melalui tahap Shalat ISLAM di atas.. di saat akhir setiap manusia, ketika nafsunya suda di-Shutdown maka dia akan memasuki waktu SuBuh… dan seterusnya hingga maghrib kemudian Isya…

Wallahu A’lam Bishawab..

1 Komentar (+add yours?)

  1. jackz
    Nov 24, 2011 @ 05:32:38

    Alhamdulillah.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: