أَيُّ قَومِنْ أَنْتُمْ؟؟ – Ayyu Qoumin Antum?

“Jika negeri-negeri Persia dan Rum sudah kamu taklukkan, manusia macam apakah kamu waktu itu? Para Sahabat menjawab: Kami akan mengatakan apa yang diperintahkan Allah.” Lalu Nabi me­nimpali, “atau barangkali yang lainnya?. Kalian akan bersaing antara satu dengan yang lain, saling dengki, benci membenci, kemudian kamu bertindak sewenang-­wenang kepada golongan miskin dan lemah yang kehi­langan rumah, lalu kamu tempatkan golongan yang satu di atas golongan yang lain,” demikian salah satu hadits Nabi Muhammad yang diucapkan pada umat Islam di Madinah sekitar 15 abad lalu.

Ketika mengutip hadits tersebut dalam kotbah Idul Fitri dan Kualitas Hidup dalam Menyongsong Kebangkitan Nasional Kedua, Dr. M. Yunan Yusuf mengingatkan bahwa, “Bila dibandingkan dengan Imperium Romawi dan Persia yang menjadi dua adi­kuasa ketika itu, kaum muslimin adalah bangsa kecil yang belum berkembang, underdeveloped country.”

Kalimat tersebut, kemudian menjadikan kaum muslimin ‘pemimpin dunia‘ dalam waktu yang relatif singkat.

Ayyu qaumin antum ?”, manusia macam apa‑kah kamu nanti? Sebuah pertanyaan kritis yang menantang setiap insan untuk selalu mawas diri. Pertanyaan cerdas yang mempersoalkan esensi dari semua keberhasilan (achievements), maupun pencapaian-pencapaian tujuan-tujuan tertentu (accomplishments).

Beginilah seharusnya manusia.. NOT ONLY BEING BUT BECOMING…

Thanks to.  Andreas Harefa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: