Mengenal lebih dekat Bentuk Uang Kertas kita

Pernahkan anda memperhatikan uang kertas yang anda pegang hingga detil? atau pernahkan anda tahu siapa pendisain uang kertas tersebut?

Sebelum tahun 1990 an di bagian bawah setiap uang kertas tercantum kata2 seperti berikut:

Indonesia 1984 100r o.jpg

HERU SOEROSO DEL pada pecahan 100 rupiah 1984

Indonesia 1988 500r o.jpg

SOERIPTO DEL pada pecahan 500 rupiah 1988

Kata Del berasal dari kata delineavit yang berarti “di gambar oleh”, sehingga Soeripto DEL artinya “di gambar oleh Soeripto” demikian juga dengan Heru Soeroso DEL artinya “di gambar oleh Heru Soeroso”.

Heru Soeroso(Purwokerto, 22Desember 1936) Karyawan Perum Percetakan Uang RI (Peruri) sejak tanggal 26 September 1961. Perancang uang kertas rupiah nominal 100 tahun 1984.

Berkas:Soeripto.png

Drs. Soeripto (Klaten, 16 Agustus 1946) karyawan Perum Percetakan Uang RI (Peruri)sejak tanggal 4 November 1965. Perancang uang kertas rupiah nominal 500 tahun 1988.

Tetapi sejak memasuki tahun 1990 an, maka uang kertas kita tidak lagi mencantumkan kata-kata tersebut, dan sebagai gantinya tercantum tahun emisi.


Pecahan 100 rupiah 1992 emisi 1992

Pecahan 100 rupiah 1992 emisi 1994

Pecahan 100 rupiah 1992 emisi 2000

Sehingga untuk satu jenis uang kertas pecahan yang sama terdapat berbagai macam tahun emisi.

Bagi anda kolektor uang kuno, harga setiap emisi tidaklah sama, ada emisi tahun tertentu yang berharga lebih tinggi dibandingkan emisi tahun2 lainnya. Biasanya penulisan emisi di buku-buku katalog adalah sebagai berikut: Misalnya untuk pecahan 100 rupiah 1992 emisi 1994 maka ditulis sebagai 1992/1994.

Berikut ini Ilustrasi uang kertas kita sejak tahun 80-an beserta estimasi harga bagi kolektor.

1980 – 1988
Selama dekade 1980 an, Bank Indonesia menerbitkan 8 jenis uang kertas yang terdiri dari :

Pecahan 1000 rupiah

Bergambar Dr. Soetomo, dengan tanda air Pattimura. Harga UNC sekitar Rp. 15 ribu perlembar.


1000 rupiah Soetomo 1980

Pecahan 5000 rupiah

Bergambar pengasah intan dengan tanda air Dewi Sartika. Harga UNC sekitar Rp. 50.000.

5000 rupiah pengasah intan 1980

Pecahan 500 rupiah

Bergambar bunga bangkai dan bertanda air Jend. Achmad Yani.

Harga UNC sekitar Rp. 5000 perlembar

500 rupiah bunga bangkai 1982

Pecahan 100 rupiah

Bergambar burung dara mahkota dan bertanda air Garuda Pancasila.

Harga UNC sekitar Rp. 2000 perlembar

100 rupiah burung dara 1984

Pecahan 10000 rupiah

Merupakan pecahan tertinggi, bergambar Kartini (mirip dengan pecahan 5 rupiah 1952) dan bertanda air Dr. Tjipto Mangunkusumo. Harga UNC sekitar Rp. 50.000,- perlembar.


10.000 rupiah Kartini 1985

Pecahan 5000 rupiah

Bergambar Teuku Umar, bertanda air M.C. Tiahahu
Harga UNC sekitar Rp. 25000 perlembar

5000 rupiah Teuku Umar 1986

Pecahan 1000 rupiah

Bergambar Sisingamangaraja di bagian depan dan keraton Yogya di belakang. Bertanda air Sultan Hasanuddin, dan berharga sekitar Rp.10000 perlembar UNC

Pecahan 1000 rupiah Sisingamangaraja 1987

Pecahan 500 rupiah

Sebagai penutup dekade 1980 an, diterbitkan pecahan 500 rupiah bergambar rusa, pecahan ini mempunyai tanda air Jend. Achmad Yani dan bernilai sekitar Rp. 5000 perlembar UNC.

Pecahan 500 rupiah rusa
Semua pecahan yang berasal dari tahun 1980 an ini tidak memiliki variasi tanda air maupun nomor seri. Demikian juga dengan harganya, tidak ada satupun yang bernilai sampai ratusan ribu rupiah dan karenanya masih sangat mungkin untuk mengoleksinya dalam kondisi UNC.
1992 – 1999
Sebelum tahun 1990 an di bagian bawah setiap uang kertas tercantum kata2 seperti berikut:

HERU SOEROSO DEL pada pecahan 100 rupiah 1984

SOERIPTO DEL pada pecahan 500 rupiah 1988
Kata Del berasal dari kata delineavit yang berarti “di gambar oleh”, sehingga Soeripto DEL artinya “di gambar oleh Soeripto” demikian juga dengan Heru Soeroso DEL artinya “di gambar oleh Heru Soeroso”.
Tetapi sejak memasuki tahun 1990 an, maka uang kertas kita tidak lagi mencantumkan kata-kata tersebut, dan sebagai gantinya tercantum tahun emisi.

Pecahan 100 rupiah 1992 emisi 1992

Pecahan 100 rupiah 1992 emisi 1994

Pecahan 100 rupiah 1992 emisi 2000
Sehingga untuk satu jenis uang kertas pecahan yang sama terdapat berbagai macam tahun emisi. Harga setiap emisi tidaklah sama, ada emisi tahun tertentu yang berharga lebih tinggi dibandingkan emisi tahun2 lainnya. Biasanya penulisan emisi di buku-buku katalog adalah sebagai berikut: Misalnya untuk pecahan 100 rupiah 1992 emisi 1994 maka ditulis sebagai 1992/1994.
Pecahan 100 rupiah 199

Bergambar perahu layar (phinisi), sehingga uang ini sering disebut sebagai 100 PL.

Terdiri dari 8 tahun emisi:
1992/1992 (termahal)
1992/1993
1992/1994
1992/1995
1992/1996
1992/1997
1992/1999
1992/2000 (emisi terakhir)

Harga perlembar UNC emisi 1993 dst adalah Rp. 500 s/d Rp. 700,- sedangkan untuk emisi 1992/1992 sekitar Rp. 1000 s/d Rp. 2000,- perlembar. Emisi yang sama dengan tahun penerbitan uangnya (1992/1992) biasanya berharga lebih mahal dibandingkan yang lainnya.

Pecahan 500 rupiah 1992

Bergambar orang utan dan terdiri dari 8 emisi:
1992/1992
1992/1993
1992/1994
1992/1995
1992/1996
1992/1997
1992/1999

Harga perlembar UNC emisi 1992/1992 sekitar Rp. 4000,- sedangkan emisi-emisi lainnya sekitar Rp. 1000,-

Pecahan 1000 rupiah 1992

Bergambar danau toba di bagian depan dan lompat batu di bagian belakang.
Terdiri dari 9 emisi:
1992/1992
1992/1993
1992/1994
1992/1995
1992/1996
1992/1997
1992/1998
1992/1999
1992/2000

Harga emisi 1992/1992 sekitar Rp. 20.000,- sedangkan emisi2 lainnya sekitar Rp. 10.000,-

Pecahan 5000 rupiah 1992

Bergambar alat musik sasando, terdiri dari 10 emisi:
1992/1992
1992/1993
1992/1994
1992/1995
1992/1996
1992/1997
1992/1998
1992/1999
1992/2000
1992/2001

Harga emisi 1992/1992 sekitar Rp. 25.000,- sedangkan emisi lainnya sekitar Rp. 10.000,-

Pecahan 10000 rupiah 1992

Bergambar Sultan HamengkubuwonoIX, terdiri dari 7 emisi:
1992/1992
1992/1993
1992/1994
1992/1995
1992/1996
1992/1997
1992/1998

Harga perlembar UNC sekitar Rp. 35.000,-
Pecahan 20000 rupiah 1992

Bergambar burung cendrawasih, tetapi tanpa benang pengaman berwarna perak seperti yang terdapat pada penerbitan 1995. Terdiri dari 4 emisi:
1992/1992
1992/1993
1992/1994
1992/1995

Harga perlembar menurut katalog KUKI adalah Rp. 55.000,- tetapi menurut Standard Catalog edisi ke 10, emisi 1992/1992 berharga $22.5 dan emisi lainnya sekitar $20

Pecahan 50000 rupiah 1993

Terbuat dari kertas dan bergambar Bapak Pembangunan Indonesia, yaitu mantan presiden kita bapak Soeharto. Hanya terdiri dari 2 emisi yaitu:
1993/1993
1993/1994
Harga perlembar UNC sekitar Rp. 75.000,- s/d Rp. 100.000,-

Pecahan 50000 rupiah penerbitan khusus 1993

Terbuat dari polymer dengan hologram bergambar bapak Soeharto. Dicetak di Australia dan merupakan uang polymer (plastik) Indonesia pertama. Nomor seri uang ini selalu dimulai dengan abjad ZZ diikuti abjad lainnya berurutan dari A s/d Z.
Harga perlembar sekitar Rp. 75.000,- tetapi bila berikut folder menjadi lebih mahal lagi
Pecahan 20000 1995

Mempunyai gambar yang mirip dengan emisi 1992 tetapi terdapat benang pengaman berwarna perak. Terdiri dari 4 emisi:
1995/1995
1995/1996
1995/1997
1995/1998
Berharga sekitar Rp. 50.000,- perlembar UNC

Pecahan 50000 rupiah 1995

Terbuat dari kertas dan mempunyai 4 jenis emisi:
1995/1995
1995/1996
1995/1997
1995/1998
Harga lebih murah sedikit dibandingkan emisi 1993.

Pecahan 10000 rupiah 1998

Bagian muka bergambar Tjut Njak Dhien dan terdiri dari 6 emisi:
1998/1998
1998/1999
1998/2000
1998/2001
1998/2002
1998/2003
Sampai saat ini (Juli 2008) pecahan ini masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

Pecahan 20000 rupiah 1998

Terdiri dari 6 emisi:
1998/1998
1998/1999
1998/2000
1998/2001
1998/2002
1998/2003
Uang ini juga masih berlaku sebagai alat pembayaran.

Pecahan 50000 rupiah 1999

Bergambar WR Soepratman mempunyai 4 emisi
1999/1999
1999/2000
1999/2001
1999/2002
Pecahan 50000 rupiah ini juga masih berlaku.

Pecahan 100000 rupiah polymer

Bergambar Sukarno Hatta, dan merupakan uang polymer kedua yang diterbitkan oleh Indonesia. Sampai saat ini sekitar 36 negara yang sudah menerbitkan uang berbahan dasar polymer, sehingga mengoleksi uang polymer sudah menjadi cabang numismatik tersendiri.

1 Komentar (+add yours?)

  1. akbharr
    Agu 07, 2011 @ 14:21:41

    minta no hp nya boleh ga ,, Gan ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: