Perjalanan Manusia sang Masterpiece Tuhan (bag.1)

Sebuah bahan renungan bagi seluruh ummat manusia yang seharusnya menjadi pemimpin di muka bumi tapi melupakannya, yang seharusnya bisa membanggakan tapi merendahkannya, yang seharusnya lebih tangguh tapi melemahkannya dll.. dst.. dsb..

Ingatlah bahwa andalah yang terpilih dari miliaran  “calon mahluk” lain.  Para “Calon” terpilih dikelompokkan menjadi dua: mahluk mati (statis) dan Mahluk Hidup. Mahluk hidup dipilih lagi untuk menjadi hewan, jin, malaikat dan Manusia. Sesuai Grade-nya Manusia adalah mahluk Paling sempurna dan MASTERPIECE dari MEGA AUDISI ini, ya… istilahnya seperti para penampil di PUTARAN FINAL dalam acara-acara pencarian bakat di TV.  Tapi,  “ironisnya” kita yang terpilih menjadi manusia ternyata lupa menangis bahagia atau melompat-lompat, berteriak-teriak dan sujud syukur seperti yang di tv-tv itu… KENAPA?

Mungkin, milyaran mahluk lain yang tidak terpilih akan mengatakan, sebenarnya aku lebih pantas menjadi manusia daripada dia!!
HARUSKAH kita meratapi keadaan “manusia” kita sekarang ini apapun itu, setelah kita terpilih dan menyisihkan sekian calon mahluk yang hanya bisa menjadi CACING, ULAT, BABI, ANJIG dll. yang keberadaan meraka hanya sebagai pendukung keberadaan kita.

Inilah perjalanan itu:

Setelah melewati MEGA AUDISI para calon mahluk yang terpilih menjadi MANUSIA dikumpulkan untuk menerima pengarahan akan TUPOKSI mereka… dan inti pengarahan itu adalal sebuah pertanyaan  ألست بربكم ؟ “A lastu birobbikum?” بلا شهدنا “Bala Syahidna!!” jawab para calon dengan serentak dan bergemuruh melebih teriakan batalyon tentara..

Ternyata tanya jawab “A lastu birobbikum?””Bala.. Syahidna..” (Apakah Aku Tuhanmu? iya, kami bersaksi). Merupakan START dari maraton panjang kehidupan ini, sekaligus juga GARIS FINISH. atau permainan ini lebih mirip dengan permainan mencari jejak dalam pramuka sambil bawa peta pita, yang finishnya ada di SYAHIDNA.. menemukan TUHAN. tidak dalam angan, tapi juga dalam nyata.

Dan Allah Mulai Penciptaan semua mahluk, hingga 3 besar mahluk inti yaitu Jin, Malaikat dan Manusia dengan komposisi yang berbeda.

  1. Jin dari Api dengan komposisi nafsu yang lebih besar hingga mudah “meledak”, kemudian
  2. Malaikat dari Cahaya tanpa nafsu sehingga taatnya luar biasa, dan
  3. sang Masterpiece Manusia mahluk dengan bahan dasar yang sangat rahasia….

Bahan dasar manusia haruslah lebih bagus dari jin dan malaikat, keduanya memancarkan sinar yang satu disertai panas yang lain tidak. Manusia lebih terang dari keduanya, oleh karena itu dibungkuslah dalam wadah “dari tanah liat” agar lebih “nyata dan berwujud”, namun ternyata wadah dari tanah itu pun tidak sanggup “meredam” sinar bahan dasar manusia!!

karena ternyata chasing tanah saja tidak meredam sinar “raw material” penciptaan manusia, dibutuhkannya beberapa lapisan lain sehingga menjadi lebih sempurna dan kasat mata. Tidak seperti jin yang lebih ringan dari udara atau malaikat yang menyilaukan mata. Masterpiece ini bisa hidup sempurna di alam raya atau terbang meninggalkan chasingnya ke tempat lain!!

Begitulah pemilihan bahan untuk sang masterpiece, dan berikutnya adalah pembentukan komponen-komponen pendukungnya.Proses yang seimbang dalam pembentukan Chasing (raga) dan lapisan-lapisan dalam(jiwa) dalam timing dan karakter unik sehingga tidak sama satu dengan yang lain ditambah dengan komponen akal yang khusus diberikan kepada manusia, menjadikan mahluk ini “pengendali” dunia.

Proses pembentukan kejiwaan manusia bahkan sudah dimulai sejak pertama kali ditempatkan di dalam embrio sebelum dilahirkan, beberapa saat setelah proses pembentukan fisik dalam rahim. Bahkan ‘pemilihan’ Raw material sudah harus dilakukan untuk mendapatkan yang sesuai harapan.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: